Kembali ke petaMetodologi PKPRBValidasi

28 Agustus 2026 · P2MI Multidisiplin FTSL ITB

Peta Keselarasan Pendidikan dan Risiko Bencana

PKPRB memetakan keselarasan antara risiko bencana provinsi dan dukungan perguruan tinggi (prodi, pusat studi, pengabdian terlembaga). Bukan peta kesiapan BPBD, stok insinyur, atau mutu lulusan di lapangan.

Template data

204 prodi, 17 pusat, IRBI 2025.

Unduh .xlsx

Metodologi Word

Rumus, cap, batas klaim.

Unduh .docx

Validasi

Kuesioner bobot untuk ahli.

Isi formulir →

Cara membaca peta

  • Risiko / Bahaya — bergantung filter. Komposit: indeks resmi IRBI 2025 tingkat provinsi (buku InaRISK), cap tampilan 250. Gempa, tsunami, banjir, longsor, likuefaksi, gunung api, karhutla: rata-rata skor kabupaten pada tabel ancaman yang sama, cap 40. Dua skala ini tidak dibanding silang.
  • Pendidikan — 1–10 dari ln(1 + kapasitas). Kapasitas = Σ skor prodi + pusat + kepakaran (bendera PkM) + spillover.
  • Keselarasan — matriks 3×3 tertil risiko (sesuai filter) × tertil pendidikan di 38 provinsi. Label: Senjang, Selaras, Berlebih, Relevan, Menengah.
  • Historis — 1–10 dari ln(1 + korban jiwa absolut) sejak 2000 (katalog kurasi, bukan DIBI). Cap ln(1+5000).
  • Pusat — massa pusat studi + kepakaran di provinsi itu, tanpa prodi dan tanpa spillover.
  • Respons — 3×3 historis × pusat: responsif, antisipatif, tidak melembaga, belum terespons, menengah.

Dari mana angka risiko

Buku IRBI 2025 tidak menerbitkan skor ancaman tingkat provinsi. Yang resmi di 38 provinsi hanya komposit. Per jenis ancaman, BNPB merilis peringkat kabupaten (hlm. 212–375).

PKPRB merangkum tiap ancaman sebagai rata-rata sederhana skor kabupaten yang tertulis di tabel itu. Bukan maksimum, bukan tertimbang penduduk. Kabupaten yang tidak muncul di tabel tidak masuk pembagi. Provinsi tanpa satu baris pun = 0 (contoh: tsunami di DIY, gunung api di Papua). Nol berarti “tidak ada baris”, bukan sertifikat aman.

Filter juga mengubah matriks bobot disiplin, kecocokan bahaya pusat studi, dan daftar peristiwa historis. Angka per ancaman (kira-kira 0–33) dan komposit (57–231) memakai cap berbeda agar warna tidak tertelan.

Ringkasan rumus

1. Skor prodi = bobot disiplin × bobot jenjang × bobot akreditasi. IABEE General atau Provisional = Internasional, tidak ditumpuk di atas Unggul.

2. Pusat = bobot pusat × kematangan (anchor 1,35 / PUI 1,20 / standard 1,00) × jejaring nasional 1,20 × kecocokan bahaya (1,00 atau 0,20).

3. Kepakaran = bobot kepakaran × bendera PkM pada baris pusat. Lembar 04 (aktivitas layanan) ditunda.

4. Spillover mengikuti akreditasi institusi. Kolam sepulau / nasional dibagi rata, tidak digandakan.

5. Tertil 33% / 67% di antara 38 provinsi, dihitung ulang setiap filter.

Isi basis saat ini

  • 38 komposit IRBI 2025 resmi; cap 250.
  • Tujuh ancaman = rata-rata kabupaten IRBI 2025 (gempa 514 kab, tsunami ~271, banjir 510, longsor 455, likuefaksi 514, gunung api 130, karhutla 467).
  • 204 program studi (BAN-PT / SAKTI / IABEE / laman PT).
  • 17 pusat studi bernama; kepakaran = bendera PkM.
  • 50 peristiwa historis dengan korban jiwa, termasuk Flores 2026.

Batas klaim

Rata-rata kabupaten adalah ringkasan PKPRB, bukan angka resmi provinsi BNPB. Jangan mengutip “IRBI gempa Provinsi Aceh = 22,23” sebagai terbitan BNPB. Matriks disiplin–bahaya adalah prior, bukan regresi. Inventaris bukan direktori lengkap. Historis bukan DIBI.